Thursday, September 1, 2011

Misano renews MotoGP participation for a further five years

San Marino will continue to be a MotoGP World Championship venue for at least the next five years after a renewal of the contract currently held between the circuit and Championship organisers Dorna Sports was announced on Thursday.

On the day before the 2011 Gran Premio Aperol di San Marino e della Riviera di Rimini got underway at the Misano World Circuit, San Marino Secretary of State for Tourism and Sport, Fabio Berardi, and Dorna Sports CEO, Carmelo Ezpeleta, were both present at a special press conference to announce the continuation of an event at the circuit until at least 2016.

Commenting on the deal Mr Ezpeleta said: ?It is a pleasure to be here to renew the contract with the Misano World Circuit, to continue working with the Republic of San Marino, Riviera di Rimini and Santamonica S.p.a. and to be able to sign a deal in an economic period such as this.?

?We are highly satisfied with our relationship and we first started to speak about a renewal last year. The San Marino Grand Prix is a very important one for us and I am certain it will continue to get better and better with every year.?

Following the press conference those present went to the Parliament of San Marino to meet the Capitani Reggenti, Maria Luisa Berti and Filippo Tamagnini, to celebrate the contract renewal.

This year?s Gran Premio Aperol di San Marino e della Riviera di Rimini will be the 15th Grand Prix held by the Misano World Circuit.

Source: http://www.motogp.com/en/news/2011/Misano+renews+MotoGP+contract

Andrew Pitt Randy de Puniet Kenny Roberts, Jr. Kurtis Roberts

Video Kartun MotoGP Indianapolis 2011


Balapan di sirkuit Indianapolis akhir pekan lalu mungkin sangat membosankan bagi sebaian penggemar MotoGP. Maklum, beberapa rider idola mengalami masalah. Tapi untuk versi kartunnya, sepertinya tak ada istilah mebosankan.

MotoGP Indianapolis Cartoon Video Kartun MotoGP Indianapolis 2011

Bebragai adegan kocak yang merupan plesetan dari balapan sesungguhnya di seri Indianapolis dikemas dalam versi animasi yang khas. Ada Valentino Rossi yang terpaksa turun dari motornya untuk mengusir anak ayam (dalam kartun untuk seri lainnya, anak ayam ini sering digambarkan sebagai senjata Rossi untuk mengalahkan lawannya).

Lalu ada pula Casey Stoner yang mengeluarkan jurus “Turbo Kangaroo” untuk menyalip Dani Pedrosa. Dan juga adegan Nicky Hayden yang mempersilakan lawan-lawannya untuk mendahului dan diakhiri dengan papan yang semula bertuliskan “Just Married” (tema helm-nya) berubah (dicoret) menjadi “Just Going Home”.


Preview MotoGP 2011 Seri Ke-13, Misano - San Marino Masih Mungkinkah Ada Serangan Balik?


Dua belas seri telah berlalu. Honda berhasil menguasai sembilan seri dimana tujuh kemenangan dihasilkan oleh Casey Stoner dan dua lainnya oleh Dani Pedrosa. Yamaha sejauh ini beru mendapatkan tiga kemenangan, dua diantaranya oleh Jorge Lorenzo. Sementara Ducati dan Suzuki masih 0. Pada seri ke-13 yang akan berlangsung di sirkuit Misano, San Marino, mungkinkah akan ada serangan balik untuk Honda?

MotoGP Misano 2011 Preview Masih Mungkinkah Ada Serangan Balik?

Honda memang sedang di atas angin sekarang. Terutama Casey Stoner. Dengan jeda tak sampai seminggu dari seri sebelumnya di Indianapolis sepertinya tak akan banyak yang bisa dilakukan pabrikan lain untuk mengejar ketertinggalannya. Namun MotoGP Misano mungkin bisa memberi jawaban apakah jebloknya penampilan beberapa rider top di Indy benar-benar karena faktor permukaan sirkuit yang menyiksa ban.

Disana tim Yamaha Factory Racing tampil dengan performa dan keberuntungan yang berbeda untuk dua rider-nya. Jorge Lorenzo mampu melakukan start bagus tetapi kedodoran di pertengahan lomba, sementara Ben Spies tampil gemilang tetapi sayang bermasalah saat start.

Di San Marino kita akan tahu apakah performa bagus Spies di Brickyard hanya karena dia paham betul trackIndianapolis dan buruknya penampilan Lorenzo apa benar karena masalah ban dan bukan karena update berbagai komponen untuk YZR-M1 yang belum memadai untuk mengimbangi RC212V.

Beban semakin berat bagi Lorenzo. Kini dia tak bisa hanya fokus mengejar Stoner setelah tertinggal 44 poin tetapi juga mesti mulai memikirkan untuk mengamankan posisi runner-up dari kejaran Andrea Dovizioso yang kini hanya tertinggal 25 poin saja darinya.

Sementara kubu Ducati pun kembali memikul tanggung jawab yang berat. Setelah tampil mengecewakan di sirkuit yang sangat dekat dari rumah Nicky Hayden, kini mereka akan bertandang ke sirkuit yang sangat dekat dari rumah Valentino Rossi.

Fanatisme publik Italia di Misano mungkin tidak akan menyusut meski Ducati sedang dirundung masalah tetapi tentu akan sangat mengesankan jika mereka bisa memberi sesuatu yang lebih untuk para pendukungnya.
Sedangkan bagi Suzuki, Gran Premio Aperol Di San Marino E Riviera Di Rimini juga sebagai pembuktian hasil positif yang diraih di Indianapolis bukanlah sebuah kebetulan akibat rider lain banyak yang “berguguran”.
Akankah ada serangan balik untuk Honda dan terutama untuk Casey Stoner?

Review MotoGP 2011 Seri Ke-12, Indianapolis Antara Suka Cita dan Duka Cita


Ada tiga hal pokok yang harus dimiliki seorang rider MotoGP agar bisa menjadi juara dunia. Skill yang memadai, motor yang kompetitif dan tentu saja faktor keberuntungan. Tahun 2011 ini, Casey Stoner sepertinya punya semuanya. Setidaknya itulah yang tercermin di seri ke-12 yang berlangsung di Indianapolis.

MotoGP Indianapolis 2011 Antara Suka Cita dan Duka Cita
Tak bisa dipungkiri, performa Honda RC212V musim ini diatas rata-rata motor lain. Tetapi meski ada empat rider yang menunggang motor tersebut dengan spesifikasi pabrikan, Stoner tampil jauh lebih dominan dari yang lain. Dani Pedrosa hanya bisa mengimbanginya pada tujuh lap pertama, Andrea Dovizioso sibuk berjuang di baris kedua danMarco Simoncelli bahkan melorot hingga urutan ke-12.

Ketika masalah ban menghantui hampir seluruh pembalap, Casey tetap tak ragu untuk buka gas lebar-lebar dan melesat hingga mematahkan rekor kecepatan sirkuit. Sudah begitu, rider Australia itu juga mendapat dua keuntungan sekaligus dari Ben Spies.

Sejak sesi Free Practice 1 (FP1) hanya Spies satu-satunya rider yang mampu mendekati catatan waktu Stoner. Tetapi saat race, bencana menimpa rider tuan rumah itu di lap pertma. Dia terjebak di antara kerumunan pembalap yang berlomba-lomba memasuki tikungan pertama. Spies bahkan nyaris terlempar dari motornya. Meski kemudian mampu menyalip satu demi satu rider di depannya, tidak cukup waktu baginya untuk mengejar Pedrosa apalagi Stoner. Jadilah Casey balap nyaris tanpa tanding.

Selain itu aksi The Elbowz menyalip rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, bukan cuma bisa menunjukkan pada dunia bahwa Yamaha tidak menerapkan team order tetapi juga secara tidak langsung memberi keuntungan lain buat Stoner dengan tambahan margin 3 poin di kelasemen.

Kegembiraan bukan cuma milik Stoner. Alvaro Bautista juga merasakannya. Meski hanya finish di urutan ke-6, tapi hasil itu cukup membanggakan baginya karena diraih saat balapan kering dan mengingat dia hanya bermodalkan Suzuki GSV-R yang tidak mendapat pengembangan yang berarti. Seperti kata manager tim Paul Dening, Alvaro hanya kalah dari tiga rider Repsol Honda dan dua rider Yamaha Factory Racing.

Dengan kata lain, mereka kini sudah tidak lagi bersaing dengan tim-tim satelit dan bahkan bisa finish di depan Ducati yang jika dilihat dari segi pengembangan jelas tidak bisa dibandingkan dengan Suzuki.
Ducati. Ya, Ducati. Mereka benar-benar mengalami mimpi buruk di Brickyard. Penunggang Desmosedici yang finish terdepan adalah rider dari tim satelit Pramac Racing, Randy de Puniet. Dan itu hanya di posisi kedelapan. Sementara rider Ducati lain semuanya tertimpa musibah.

Barbera Crash Indianapolis Antara Suka Cita dan Duka Cita
Loris Capirossi dan Karel Abraham retire setelah mengalami masalah dengan ban. Hector Barbera terjatuh di lap terakhir saat hendak menyalip Hiroshi Aoyama. Sementara dua rider pabrikan, Valentino Rosssi dan Nicky Hayden sama-sama harus menjalani “restart”. Hayden masuk pit untuk ganti ban dan harus puas finish terakhir. Sedangkan Rossi mengalami masalah dengan gearbox. Problem yang sudah lama sering dikeluhkan tetapi entah kenapa masih juga terjadi.

Apakah sudah saatnya megatakan: “Tunggu Ducati tahun depan”?
Ibarat buku, tahun depan adalah jilid yang berbeda. Meski mereka tampil perkasa sekalipun, sejarah tetap akan mencatat Ducati MotoGP mengawali era 800cc dengan gemilang bersama Casey Stoner dan mengakhirinya dengan sangat mengecewakan bersama Valentino Rossi. Masih ada enam seri kedepan, Ducati masih punya waktu untuk setidaknya bisa meraih satu kemenangan.

Catatan buruk bukan hanya milik Ducati tetapi juga menjadi milik sirkuit Indianapolis Motor Speedway (IMS). Usaha memperbaiki permukaan lintasan justru menuai protes dari sebagian besar pembalap. IMS dinilai tidak layak menggelar balapan kelas dunia. Tentu saja pihak pengelola sirkuit tidak bisa menghimbau pembalap untuk hanya fokus balapan dan jangan banyak protes. Atau lebih vulgar lagi menyarankan mereka untuk tidur saja di rumah dan jangan ikut balap jika takut kecelakaan.

Rider MotoGP adalah raja diraja balapan motor dunia. Mereka berhak bicara. Mereka bukan pembalap liar yang mau balapan di lintasan seperti apapun tanpa memperdulikan standard kelayakan. Dan IMS wajib memprbaiki diri jika ingin tetap ada di kalender MotoGP. Apalagi posisinya memang sudah terancam dengan kepastian digelarnya MotoGP mulai tahun 2013 mendatang di sebuah sirkuit baru di Austin, Texas.

Casey Stoner ahead of the pack Saturday morning

motogp report FP3 indianapolis

The Australian set the fastest lap of the morning on his Repsol Honda ahead of qualifying for the Red Bull Indianapolis Grand Prix, with Spies and Pedrosa again following Stoner in second and third in the timings.

In cooler temperatures and with better grip conditions than the previous day, the premier class set out to lower their times across the board, with Ben Spies (Yamaha Factory Racing) the first to dip below the 1?40? barrier at the 20 minute mark. The Texan was followed almost immediately by Casey Stoner (Repsol Honda) whose time of 1?39.538 remained the fastest lap of FP3. Spies bettered his earlier time to a 1?39.670 ranking him second behind the Australian for the second time this weekend.

Repsol Honda rider Dani Pedrosa was the third and last to enter into the 1?39?s, his time of 1?39.896 set on lap 18 placed him third in the outing, followed by Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini Team) with a 1?40.301 and Andrea Dovizioso (Repsol Honda) 0.025s behind Simoncelli in fifth.

Sixth quickest in FP3 with a best time of 1'40.438 was American Colin Edwards on his Monster Yamaha Tech 3 machine, the Texan was one tenth of a second ahead of Jorge Lorenzo (Yamaha Factory Racing) in seventh and 2 tenths ahead of Valentino Rossi (Ducati Team). Rossi?s time of 1?40.698 set on his last lap gave the Italian the position of first Ducati in the ranking, his team mate Nicky Hayden finished 11th.

�lvaro Bautista (Rizla Suzuki) ran off the track and was helped out of the gravel and returned to the track, the Spaniard was able to set a time of 1?40.916 on his last lap to place him tenth.

Source: http://www.zimbio.com/MotoGP/articles/mLGQcyEvhNg/Casey+Stoner+ahead+pack+Saturday+morning

Ben Spies Randy De Puniet Karel Abraham Alvaro Bautista

Pedrosa aiming for Misano repeat

Dani PedrosaDani Pedrosa says repeating his 2010 triumph will be the main target as MotoGP heads to Misano, San Marino, for the 13th round of the season.

Pedrosa took a dominant sweep of pole position, fastest lap and race victory at the 4.2 mile circuit last year, earning Honda their first win at the track since Mick Doohan triumphed in 1991.

Having finished second last weekend at Indianapolis, Pedrosa says the goal is to take 'another step forward' and claim victory at Misano for a second straight year.

"After Indy, we arrive at Misano in a very positive mood," Pedrosa said. "Last year we had a very good race there, and we will try and repeat this.

"Misano is a track where you need good acceleration and hard braking, so this will be our priority - we must also be a little stronger on Saturday and prepare for the race as best we can.

"After success in America, it's good to head directly to Misano and I hope we can take another step forward."

Pedrosa was led home by team-mate and championship leader Casey Stoner last weekend, and the Australian reckons the Spaniard could prove his main competition again in Misano - although he also tipped Yamaha's Jorge Lorenzo to feature strongly.

"I know Dani and Jorge will be very fast there," he reflected, "but I'm coming off the back of three wins and in a strong position in the championship.

"In 2007 and 2008 we were fast there, then I missed 2009 and last year we struggled a little so we've had a mixed bag of results.

"We'll see what we can do, I'm confident we can get a good result."

Honda's third works driver Andrea Dovizioso said he was also eyeing a strong result in a bid to 'turn the page' on a disappointing weekend in the US, where he finished fifth.

"We arrive in Misano after a disappointing result in Indianapolis but we are determined to turn the page and return on the podium," the Italian said.

"We will continue fighting and we will give our best every race weekend, because we believe that second position in the World Championship is not impossible."

Earlier MOTOGP story More news

Source: http://www.autosport.com/news/report.php/id/94142

Fonsi Nieto Dani Pedrosa Andrew Pitt Randy de Puniet

Diane Kruger Fashion Style like a royal princess

Diane Kruger looks so Beautiful and elegant...she always captivate all eyes on the red carpet. his appearance is like a royal princess with best dress any time.. Diane Kruger is recognised as one of the most elegant woman in the world because beauty, his fashion style, his make up, his hair style... Diane Kruger is a young woman who looks outstanding in elegant outfits and you can see why. She always makes sure her hairstyle and make-up suit her outfit, and very amazing.

Diane Kruger Very Pretty With White Long Dress

Elegant Black Fashion style with Diane Kluger

Diane Kruger In Jason Wu At The SAG Awards

Diane Kruger Very emazing

Diane Kruger In Alberta Ferretti at the Met Gala

Diane Kruger in Grecian Draping





10 Fashion Tips We've Learned From Diane Kruger!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...